somatropina

Archive for the ‘Pemikiranku’ Category



Selamat Hari Natal 25 Desember 2011


Saya, Indra Widaryanto

mengucapkan :

Selamat Hari Natal, 25 Desember 2011


 

Ijinkan, Ketenangan, Damai Sejahtera, Sukacita memenuhi Hati, Pikiran dan Tubuh Anda…..

 

Tuhan Memberkati

Dasyatnya Lahar Dingin di Kali Putih Muntilan

Sejak terjadinya lahar dingin menerpa daerah Muntilan, baru hari ini melaluinya lagi. Mulanya hanya nonton berita, saat melihat langsung sungguh luar biasa kekuatan alam yang di ciptakan oleh Tuhan.

Tukang es dawet ayu menceritakan bahwa saat terjadi lahar dingin, jalanan tertutup lahar dingin setinggi 3,7m dan dibutuhkan 76Jam untuk memberihkannya…kebayang ga tuh?

berikut foto-foto yang sempat saya abadikan…

Saat saya dan keluarga membeli es dawet  ayu dan mencari informasi tentang lahar dingin…

Pengunjung mulai berdatangan silih berganti….untuk berwisata “Lahar Dingin”

Kali Putih yang dipenuhi bebatuan dari merapi (Lahar Dingin)….

Batu ini tingginya sekitar 2,5m….

Dan ini foto saya di pinggir kali Putih…..hi..hi..hi….

Jagalah Alam kita. Kelola alam untuk kesejahteraan manusia. Alam sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi sangat kurang untuk memenuhi keserakahan manusia…..

MERDEKA….!

Sesuatu yang Sudah di Duga

saya bingung mau kasih judul apa untuk postingan ini.

hari ini saya mengantar orang tua saya untuk berobat di RS. Bethesda. sehari sebelumnya saya mendaftar ke spesialis penyakit dalam. saya dapet urut ke-37, “wih…banyak banget..ini pasti dokter bagus”, kataku dalam hati.

karena yang daftar buanyak, saya berniat berangkat lebih pagi supaya bisa dapet parkir di depan poliklinik. telat sedikit, tempat parkir penuh dan jalannya cukup jauh. baik untuk kesehatanku tapi tidak untuk bapak saya (lagi sakit sih…).

sebelum berangkat saya mulai meniatkan dan mengijinkan mujizat datang kepada saya. saya mulai membayangkan mendapat tempat parkir didepan poliklinik. dan…

saya mulai bolak balik mengurus Askes. sudah bayar permi setiap bulan sayang kalau tidak digunakan, betul tidak?

setelah semuanya selesai, saya dan ortu langsung ke dokter spesilais penyakit dalam. membayangkan nomer urut 37 membuat saya agak males, bayangkan saja sudah jam 45 menit menunggu urutan 10 saja belum di panggil. inget no 37, cape deh…..

“suster, urutan di panggil berdasarkan nomer pendaftaran di depan atau berdasarkan daftar ulang di poli spesialis dalam ini? saya mulai bertanya kepada suster jaga.
“o…,sesuai nomer pendaftaran mas, sekarang baru nomer 6″, jawab suster….

oh my God. baru nomer 6,setelah menunggu 45 menit. tiba tiba perutku jadi lapar….

sesuai dengan apa yang saya visualisasikan dan saya yakini, saya mendapat parkir di depan poliklinik. jalan tidak jauh, bahkan dapet bonus parkirnya dibawah pohon. enak tenan, dekat dan adem….

saya masuk dan mulai mengisi form pendaftaran. ini pertama kalinya bapak saya berobat di bethesda. pelayanannya cepat dan setelah semua surat-surat askes di urus lansung ke poli penyakit dalam. sambil jalan saya meniatkan dan meyakini bahwa saya tidak lama menunggu giliran, walaupun mendapat no urut 37. saya yakin pasti bisa.

“Pa, Ma…kita makan dulu yuk! masih lama nih….” saya sempat goyah dan mengajak orang tua saya makan siang sambil menunggu giliran.

orang tua saya tidak setuju, mereka lebih memilih untuk menunggu

saya tidak ingin berdebat. orang tua saya benar. 5 menit kemudian nama bapak saya dipanggil dan kami tidak jadi menunggu berlama-lama.”Thanks God, walaupun sempat bimbang tapi Engkau memberikan yang terbaik” saya mengucap syukur.

pelajaran apa yang saya peroleh?

  1. saat berdoa, meminta sesuatu kita harus yakin dan meminta kepada Tuhan bahwa kita layak menerima apa yang kita minta
  2. visualisasikan hasil akhirnya
  3. logika dan iman sering kali bertentangan. ingat tentang nomer urut pendaftaran ayah saya…
  4. selalu mengucap syukur apapun yang terjadi. itulah tanda kalau kita pasrah kepada keputusan Yang Maha Kuasa

Brain Wave Generator Review

Ingin bersantai? Meditasi? mempelajari sesuatu lebih cepat? memfokuskan perhatian? Meningkatkan kesadaran Anda? ingin melakukan self-hypnosis?

Anda hanya mengenakan earphone dan membiarkan Brainwave Generator membawa Anda ke keadaan pikiran Anda inginkan.

Fungsi stimulasi suara dan visual Brainwave Generator membantu Anda

  • mempersiapkan diri Anda untuk menghadapi situasi yang membuat stres atau tugas menantang
  • meningkatkan hasil belajar
  • mengurangi masalah tidur dan sakit kepala
  • dan banyak lagi!

Brainwave Generator menghasilkan ketukan Binaural yang dapat merubah frekuensi gelombang otak Anda sesuai dengan keinginan, baik itu gelombang relaksasi atau untuk meningkatkan perhatian
Selain menggunakan lebih dari 20 built-in program entrainment gelombang otak, Anda dapat membuat program Anda sendiri.

Menyingkirkan kebiasaan buruk oleh meditasi
Meditasi dan relaksasi kemampuan Brainwave Generator dapat membantu menyingkirkan beberapa kebiasaan buruk:

  • Berhenti merokok
  • Berhenti minum
  • Menurunkan berat badan

Luar biasa bukan?
Hal ini karena kebiasaan seperti merokok dan minum berlebihan atau makan dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar Anda untuk mengalihkan perasaan dan suasana hati, misalnya, untuk mengurangi kecemasan. saat orang minum minuman beralkohol, akan menimbulkan rasa nyaman dan rileks yg palsu dengan Brain Wave Generator Anda bisa mengalami relaksasi yang benar tidak palsu.

Apakah benar Brain Wave Generator bisa menyelesaikan masalah saya?
kalau Anda menanyakan tentang hal itu saya tidak bisa menjawab, tapi lihat saja kesaksian dari pengguna software ini di sini http://www.bwgen.com/comments.htm

oh iya, Anda juga bisa mendapatkan contoh software ini secara gratis disini http://www.bwgen.com/download.htm

saya sendiri belum membelinya, he…he..he…(^^), tapi software gretongnya cukup membantu membuat rileks. saat kerja dan setelah kerja jika perlu saya menggunakan Brain Wave Generator, hasilnya….memuaskan dan top markotop….

Selamat Tahun Baru 2011

ini adalah postingan pertamaku di tahun 2011 ini. sekarang 1 Januari 2011 saya mau mengucapkan

Selamat Tahun Baru 2011

untuk semua pengunjung blog saya di IndraWidaryanto.com

Tahun 2010 tidak terasa sudah saya tinggalkan. tapi masih ada beberapa target yang belum sempat tercapai. 2011 ini saya ingin mempunyai Mimpi (visi) baru. Mimpi yang lebih besar dari 2010, namun dengan misi yang lebih cerdas dan efektif.

saya melakukan beberapa hal :

  1. Membuat catatan apa saja yang sudah saya lakukan di 2010. mengapa cara itu belum cerdas dan efektif untuk mencapai impian saya
  2. Mencatat mental blok apa saja yang muncul saat saya ingin mencapai impian saya, sehingga menghambat saya untuk mendapatkan apa yang saya impikan
  3. Segera mencari cara cerdas dan efektif untuk mencapai apa yang saya impikan dan melakukan self therapy untuk mengatasi mental blok. jika perlu, saya akan mencari bantuan dari orang lain yang bisa membantu saya mengatasi mental blok
  4. Membuat mimpi (visi) baru untuk 2011 dan cara-cara (misi) untuk mendapatkannya.

untuk hari ini, itu dulu yang saya pikirkan. bagaimana dengan Anda? apa yang sudah anda lakukan?

kata orang bijak :

” Orang gila adalah orang yang melakukan hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda”

Seorang teman saya yang saat ini berhasil menggunakan mind powernya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan bercerita, ” Waktu kuliah, setiap pagi aku membayangkan waktu kerja mendapatkan gaji sbr Rp 6jt. Menurutku jumlah itu sangat banyak. Bapakku saja gajinya belum segitu…
Puji Tuhan, saat tanda tangan kontrak kerja aku dapat “lebih” dari itu”

Wih…mantep ga tuh….baru lulus kuliah, dapet gaji lebih dari Rp 6 jt rupiah. Dia mendapatkan lebih dari yang dia inginkan. apa yang bisa kita pelajari dari sini?

  1. Lakukan visualisasi apa yang kita inginkan (hasil akhirnya) setiap hari secara rutin dan tentu saja tidak jemu-jemu
  2. Tidak ada yang Instan. semuanya perlu proses. Visualisasi, Berdoa, Melakukan usaha (ikhtiar), Beramal perlu dilakukan untuk meraih impian kita.

Mari kita menjadi manusia yang baru di Tahun 2011 ini.

Asal-mula Pohon Natal

oleh: Romo William P. Saunders

Kisah Pohon Natal merupakan bagian dari riwayat hidup St. Bonifasius, yang nama aslinya adalah Winfrid. St. Bonifasius dilahirkan sekitar tahun 680 di Devonshire, Inggris. Pada usia lima tahun, ia ingin menjadi seorang biarawan; ia masuk sekolah biara dekat Exeter dua tahun kemudian. Pada usia empatbelas tahun, ia masuk biara di Nursling dalam wilayah Keuskupan Winchester. St. Bonifasius seorang yang giat belajar, murid abas biara yang berpengetahuan luas, Winbert. Kelak, Bonifasius menjadi pimpinan sekolah tersebut.

Pada waktu itu, sebagian besar penduduk Eropa utara dan tengah masih belum mendengar tentang Kabar Gembira. St. Bonifasius memutuskan untuk menjadi seorang misionaris bagi mereka. Setelah satu perjuangan singkat, ia mohon persetujuan resmi dari Paus St. Gregorius II. Bapa Suci menugaskannya untuk mewartakan Injil kepada orang-orang Jerman. (Juga pada waktu itu St. Bonifasius mengubah namanya dari Winfrid menjadi Bonifasius). St. Bonifasius menjelajah Jerman melalui pegunungan Alpen hingga ke Bavaria dan kemudian ke Hesse dan Thuringia. Pada tahun 722, paus mentahbiskan St. Bonifasius sebagai uskup dengan wewenang meliputi seluruh Jerman. Ia tahu bahwa tantangannya yang terbesar adalah melenyapkan takhayul kafir yang menghambat diterimanya Injil dan bertobatnya penduduk. Dikenal sebagai “Rasul Jerman”, St. Bonifasius terus mewartakan Injil hingga ia wafat sebagai martir pada tahun 754. Marilah kita memulai cerita kita tentang Pohon Natal.

Dengan rombongan pengikutnya yang setia, St. Bonifasius sedang melintasi hutan dengan menyusuri suatu jalan setapak Romawi kuno pada suatu Malam Natal. Salju menyelimuti permukaan tanah dan menghapus jejak-jejak kaki mereka. Mereka dapat melihat napas mereka dalam udara yang dingin menggigit. Meskipun beberapa di antara mereka mengusulkan agar mereka segera berkemah malam itu, St. Bonifasius mendorong mereka untuk terus maju dengan berkata, “Ayo, saudara-saudara, majulah sedikit lagi. Sinar rembulan menerangi kita sekarang ini dan jalan setapak enak dilalui. Aku tahu bahwa kalian capai; dan hatiku sendiri pun rindu akan kampung halaman di Inggris, di mana orang-orang yang aku kasihi sedang merayakan Malam Natal. Oh, andai saja aku dapat melarikan diri dari lautan Jerman yang liar dan berbadai ganas ini ke dalam pelukan tanah airku yang aman dan damai! Tetapi, kita punya tugas yang harus kita lakukan sebelum kita berpesta malam ini. Sebab sekarang inilah Malam Natal, dan orang-orang kafir di hutan ini sedang berkumpul dekat pohon Oak Geismar untuk memuja dewa mereka, Thor; hal-hal serta perbuatan-perbuatan aneh akan terjadi di sana, yang menjadikan jiwa mereka hitam. Tetapi, kita diutus untuk menerangi kegelapan mereka; kita akan mengajarkan kepada saudara-saudara kita itu untuk merayakan Natal bersama kita karena mereka belum mengenalnya. Ayo, maju terus, dalam nama Tuhan!”

Mereka pun terus melangkah maju dengan dikobarkan kata-kata semangat St. Bonifasius. Sejenak kemudian, jalan mengarah ke daerah terbuka. Mereka melihat rumah-rumah, namun tampak gelap dan kosong. Tak seorang pun kelihatan. Hanya suara gonggongan anjing dan ringkikan kuda sesekali memecah keheningan. Mereka berjalan terus dan tiba di suatu tanah lapang di tengah hutan, dan di sana tampaklah pohon Oak Kilat Geismar yang keramat. “Di sini,” St. Bonifasius berseru sembari mengacungkan tongkat uskup berlambang salib di atasnya, “di sinilah pohon oak Kilat; dan di sinilah salib Kistus akan mematahkan palu sang dewa kafir Thor.”

Di depan pohon oak itu ada api unggun yang sangat besar. Percikan-percikan apinya menari-nari di udara. Warga desa mengelilingi api unggun menghadap ke pohon keramat. St. Bonifasius menyela pertemuan mereka, “Salam, wahai putera-putera hutan! Seorang asing mohon kehangatan api unggunmu di malam yang dingin.” Sementara St. Bonifasius dan para pengikutnya mendekati api unggun, mata orang-orang desa menatap orang-orang asing ini. St. Bonifasius melanjutkan, “Aku saudaramu, saudara bangsa German, berasal dari Wessex, di seberang laut. Aku datang untuk menyampaikan salam dari negeriku, dan menyampaikan pesan dari Bapa-Semua, yang aku layani.”

Hunrad, pendeta tua dewa Thor, menyambut St. Bonifasius beserta para pengikutnya. Hunrad kemudian berkata kepada mereka, “Berdirilah di sini, saudara-saudara, dan lihatlah apa yang membuat dewa-dewa mengumpulkan kita di sini! Malam ini adalah malam kematian dewa matahari, Baldur yang Menawan, yang dikasihi para dewa dan manusia. Malam ini adalah malam kegelapan dan kekuasaan musim dingin, malam kurban dan kengerian besar. Malam ini Thor yang agung, dewa kilat dan perang, kepada siapa pohon oak ini dikeramatkan, sedang berduka karena kematian Baldur, dan ia marah kepada orang-orang ini sebab mereka telah melalaikan pemujaan kepadanya. Telah lama berlalu sejak sesaji dipersembahkan di atas altarnya, telah lama sejak akar-akar pohonnya yang keramat disiram dengan darah. Sebab itu daun-daunnya layu sebelum waktunya dan dahan-dahannya meranggas hingga hampir mati. Sebab itu, bangsa-bangsa Slav dan Saxon telah mengalahkan kita dalam pertempuran. Sebab itu, panenan telah gagal, dan gerombolan serigala memporak-porandakan kawanan ternak, kekuatan telah menjauhi busur panah, gagang-gagang tombak menjadi patah, dan babi hutan membinasakan pemburu. Sebab itu, wabah telah menyebar di rumah-rumah tinggal kalian, dan jumlah mereka yang tewas jauh lebih banyak daripada mereka yang hidup di seluruh dusun-dusunmu. Jawablah aku, hai kalian, tidakkah apa yang kukatakan ini benar?” Orang banyak menggumamkan persetujuan mereka dan mereka mulai memanjatkan puji-pujian kepada Thor.

Ketika suara-suara itu telah reda, Hunrad mengumumkan, “Tak satu pun dari hal-hal ini yang menyenangkan dewa. Semakin berharga persembahan yang akan menghapuskan dosa-dosa kalian, semakin berharga embun merah yang akan memberi hidup baru bagi pohon darah yang keramat ini. Thor menghendaki persembahan kalian yang paling berharga dan mulia.”

Dengan itu, Hunrad menghampiri anak-anak, yang dikelompokkan tersendiri di sekeliling api unggun. Ia memilih seorang anak laki-laki yang paling elok, Asulf, putera Duke Alvold dan isterinya, Thekla, lalu memaklumkan bahwa anak itu akan dikurbankan untuk pergi ke Valhalla guna menyampaikan pesan rakyat kepada Thor. Orang tua Asulf terguncang hebat. Tetapi, tak seorang pun berani berbicara.

Hunrad menggiring anak itu ke sebuah altar batu yang besar antara pohon oak dan api unggun. Ia mengenakan penutup mata pada anak itu dan menyuruhnya berlutut dan meletakkan kepalanya di atas altar batu. Orang-orang bergerak mendekat, dan St. Bonifasius menempatkan dirinya dekat sang pendeta. Hunrad kemudian mengangkat tinggi-tinggi palu dewa Thor keramat miliknya yang terbuat dari batu hitam, siap meremukkan batok kepala Asulf yang kecil dengannya. Sementara palu dihujamkan, St. Bonifasius menangkis palu itu dengan tongkat uskupnya sehingga palu terlepas dari tangan Hunrad dan patah menjadi dua saat menghantam altar batu. Suara decak kagum dan sukacita membahana di udara. Thekla lari menjemput puteranya yang telah diselamatkan dari kurban berdarah itu lalu memeluknya erat-erat.

St. Bonifasius, dengan wajahnya bersinar, berbicara kepada orang banyak, “Dengarlah, wahai putera-putera hutan! Tidak akan ada darah mengalir malam ini. Sebab, malam ini adalah malam kelahiran Kristus, Putera Bapa Semua, Juruselamat umat manusia. Ia lebih elok dari Baldur yang Menawan, lebih agung dari Odin yang Bijaksana, lebih berbelas kasihan dari Freya yang Baik. Sebab Ia datang, kurban disudahi. Thor, si Gelap, yang kepadanya kalian berseru dengan sia-sia, sudah mati. Jauh dalam bayang-bayang Niffelheim ia telah hilang untuk selama-lamanya. Dan sekarang, pada malam Kristus ini, kalian akan memulai hidup baru. Pohon darah ini tidak akan menghantui tanah kalian lagi. Dalam nama Tuhan, aku akan memusnahkannya.” St. Bonifasius kemudian mengeluarkan kapaknya yang lebar dan mulai menebas pohon. Tiba-tiba terasa suatu hembusan angin yang dahsyat dan pohon itu tumbang dengan akar-akarnya tercabut dari tanah dan terbelah menjadi empat bagian.

Di balik pohon oak raksasa itu, berdirilah sebatang pohon cemara muda, bagaikan puncak menara gereja yang menunjuk ke surga. St. Bonifasius kembali berbicara kepada warga desa, “Pohon kecil ini, pohon muda hutan, akan menjadi pohon kudus kalian mulai malam ini. Pohon ini adalah pohon damai, sebab rumah-rumah kalian dibangun dari kayu cemara. Pohon ini adalah lambang kehidupan abadi, sebab daun-daunnya senantiasa hijau. Lihatlah, bagaimana daun-daun itu menunjuk ke langit, ke surga. Biarlah pohon ini dinamakan pohon kanak-kanak Yesus; berkumpullah di sekelilingnya, bukan di tengah hutan yang liar, melainkan dalam rumah kalian sendiri; di sana ia akan dibanjiri, bukan oleh persembahan darah yang tercurah, melainkan persembahan-persembahan cinta dan kasih.”

Maka, mereka mengambil pohon cemara itu dan membawanya ke desa. Duke Alvold menempatkan pohon di tengah-tengah rumahnya yang besar. Mereka memasang lilin-lilin di dahan-dahannya, dan pohon itu tampak bagaikan dipenuhi bintang-bintang. Lalu, St. Bonifasius, dengan Hundrad duduk di bawah kakinya, menceritakan kisah Betlehem, Bayi Yesus di palungan, para gembala, dan para malaikat. Semuanya mendengarkan dengan takjub. Si kecil Asulf, duduk di pangkuan ibunya, berkata, “Mama, dengarlah, aku mendengar para malaikat itu bernyanyi dari balik pohon.” Sebagian orang percaya apa yang dikatakannya benar; sebagian lainnya mengatakan bahwa itulah suara nyanyian yang dimadahkan oleh para pengikut St. Bonifasius,

“Kemuliaan bagi Allah di tempat mahatinggi, dan damai di bumi; rahmat dan berkat mengalir dari surga kepada manusia mulai dari sekarang sampai selama-lamanya.”

Sementara kita berkumpul di sekeliling Pohon Natal kita, kiranya kita mengucap syukur atas karunia iman, senantiasa menyimpan kisah kelahiran Sang Juruselamat dalam hati kita, dan menyimak nyanyian pujian para malaikat. Kepada segenap pembaca, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Natal yang penuh berkat dan sukacita!

Fr. Saunders i pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls and a professor of catechetics and theology at Notre Dame Graduate School in Alexandria.

sumber : “Straight Answe Christmas Tree Origins” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2002 Arlington Catholic Herald.  All rights reserved; www.catholicherald.com

“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”

How to be excellent marketing

Adi sedang dalam perjalanan ke Jakarta dengan bis malam. Di tengah perjalanan, bis berhenti di terminal, seorang kakek tua naik dan menawarkan buku-buku pada penumpang.

“Bukunya nak? Ada macam-macam nih. Buku silat, cinta-cintaan, agama, dan lain-lain,” ujar si kakek.

Adi yang sedang tidak bisa tidur pun tertarik. $B!H(BAda buku horor ga kek?$B!I(B

“Oh suka cerita horor ya? Kebetulan sisa satu, pas lagi ceritanya. Tentang bis yang ditinggali banyak arwah penasaran. Judulnya ‘PENUNGGU BIS BERDARAH’. Serem banget pokoknya.”

“Boleh juga tuh. Berapa harganya?”

“150 ribu, nak.”

“Wow, mahal banget, kek.”

“Ya namanya juga buku Best seller. Semua yang baca buku ini kabarnya syok loh waktu baca endingnya,” si kakek promosi ala salesman.

Adi pun mengalah. Entah kenapa, pada saat ia serahkan uang tersebut ke kakek, tiba-tiba petir menggelegar. Angin mulai bertiup kencang. Si kakek turun dari bis, namun tiba-tiba berhenti dan menolehkan wajahnya pelan-pelan ke Adi.

“Nak,” ujarnya lirih, “Apa pun yang terjadi, harap jugan buka halaman terakhir. Ingat, apapun yang terjadi. Kalau tidak nanti kamu akan menyesal dan saya tidak mau bertanggung jawab.”

Jantung Adi berdegup kencang. Saking takutnya, ia sampai tidak mampu menganggukkan kepala hingga si kakek turun dari bis dan menghilang ditelan kegelapan.

Pada saat tengah malam, Adi selesai membaca seluruh buku tersebut. Kecuali halaman terakhir. Dan memang benar seperti yang dikatakan si kakek, buku itu benar-benar menegangkan dan menyeramkan.

Bis melaju kencang, hujan turun deras. Kilat menyambar bergantian, terdengar suara guruh menggelegar. Adi melihat sekeliling dan ternyata semua penumpang sudah terlelap. Bulu kuduknya merinding.

“Baca halaman terakhirnya ga ya?” pikir Adi bimbang. Antara penasaran dan rasa takut berbaur jadi satu. Di luar malam tampak makin gelap.

“Ah sudahlah, sekalian aja. Nanggung!”

Dengan tangan gemetar ia pun membuka halaman terakhir buku tersebut secara perlahan.

Dan akhirnya tampak lembaran kosong dengan sepotong tulisan di bagian pojok kanan atas. Sambil menelan ludah, Adi membaca huruf demi huruf yang tercantum:

PENUNGGU BIS BERDARAH
Terbitan CV. Pustaka Buku
Harga Pas: Rp 12.500

* * * * *

Bawa Selalu Data Penting Anda

hari ini aku mengambil cuti untuk bersantai dan mengupgrade pikiran. waktu paling menyenangkan bagi pekerja kantoran adalah hari libur, iya ga?
lagi asik mikir bagaimana caranya membuat every day is holiday tetapi uang selalu bertambah, telponku berdering.

“Ndra, lagi di kantor ga?” temanku bertanya. “Iya bro, lagi di kantor satunya. alias di rumah….”, aku menjawab.

“waduh, aku butuh data pribadiku yang aku taruh di cabinet kantor. yang dikantor siapa saja ?” temanku mulai mengeluh. sepertinya dia butuh data-data penting yang dia simpan di kantor.
“si A, B, dan C ada. coba aja telp mereka…” aku memberi saran.

temanku ini, (bilang saja Didi) sedang membutuhkan Kartu Keluarga yang dia simpan di kumpulan filenya dia. Dia mempunyai sistem yang luar biasa untuk menyimpan data-datanya demi keamanan dan kemudahan. untuk hard copy di menyimpan di kantor beberapa lembar dan di rumah juga. bahkan dia mempunyai softcopy di komputer rumah dan kantor.
“Kalau ada apa-apa, aku punya backupnya…” dia berujar.

ide untuk membuat backup, menurut saya sangat brilian. tapi ada yang kurang. dia belum memanfaatkan internet sebagai media simpan. bayangkan kalau dia menyimpan datanya di internet, saat pergi jauh dari rumah dan kantor, dia tetap bisa mengambil data-data yang di simpan di internet. tinggal online dan klik OK!

Untuk menyimpan atau backup data-data penting menggunakan internet bisa dengan beberapa cara.

  1. scan data, kemudian simpan di email sebagai inbox atau draft. kelemahan cara ini adalah pada kapasitas simpan masing-masing email. Layanan email favorit saya Gmail memberikan space 1 GB. apakah ada layanan penyimpanan data yang free dan unlimited? terus membaca
  2. jabawan dari pertanyaan di ata adalah “ada” – klik disni – Highly Recomended

Mengapa layanan penyimpanan data tsb penting?

  1. Data Anda ada dimana-mana – Bayangkan mudahnya mendapatkan data-data yang anda butuhkan. tinggal online, data-data Anda bisa diambil
  2. Anda tidak kuatir jika data Anda hilang dimakan kutu atau rusak karena kehujanan.
  3. Anda bisa menyimpan video, musik, data, Dll
  4. yang lebih penting bisa menghasilkan dollar – bayangkan asyiknya menyimpan data dan mendapatkan dollar. pengen? langsung aja klik disini

Ndra,  bagaimana cara kerjanya upload data kok dapet dollar? apakah Anda bertanya seperti itu?
website tersebut mendapat penghasilan dari menyewakan space iklan. dan setiap kita mengirimkan URL tertentu (setelah upload data, Anda akan mendapatkan URL khusus) ke teman-teman kita dan mereka mendownload data  yang kita simpan di web tsb. Anda akan mendapatkan dollar. anda bisa melihat penghasilan anda di admin.

Anda penasaran? segera gabung disini

setelah gabung, silahkan melihat video demo untuk menghasilkan dollar di sini

dimana lagi, menyimpan data, berbagi data mendapatkan dollar.

segera action! klik disini dan dapatkan dollar pertamamu

http://klikdisini.com/freeupload

Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Diri Anda

“Pergaulan yang buruk merusakan kebiasaan baik….”

Apakah Anda pernah membayangkan betapa kuatnya pengaruh sosial dalam kehidupan Anda?
pilihlah komunitas yang benar dan berkembang menuju arah yang benar, maka hidup Anda menjadi benar….

kita lihat bagaimana pengaruh sosial dalam kehidupan seseorang melalui video Youtube berikut ini:

Foto-foto Merapi