Archive for the ‘Cerita Motivasi’ Category



Perlukah Anda Mengeluh?

Pantaskah anda mengeluh? Padahal anda telah dikaruniai sepasang lengan yang kuat untuk mengubah dunia. Layakkah anda berkeluh kesah? Padahal anda telah dianugerahi kecerdasan yang memungkinkan anda untuk membenahi segala sesuatunya.

Apakah anda bermaksud untuk menyia-nyiakan semuanya itu? lantas menyingkirkan beban dan tanggung jawab anda? Janganlah kekuatan yang ada pada diri anda, terjungkal karena anda berkeluh kesah. Ayo tegarkan hati anda. Tegakkan bahu. Jangan biarkan semangat hilang hanya karena anda tidak tahu jawaban dari masalah anda tersebut.

Jangan biarkan kelelahan menghujamkan keunggulan kamu. Ambillah sebuah nafas dalam-dalam. Tenangkan semua alam raya yang ada dalam benak anda. Lalu temukan lagi secercah cahaya dibalik awan mendung. Dan mulailah ambil langkah baru.

Sesungguhnya, ada orang yang lebih berhak mengeluh dibanding anda. Sayangnya suara mereka parau tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi untuk mengeluh. Beban kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada mereka sesali. Jika demikian masihkan anda lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan hidup ini?

 

Saya menyampaikan, mengeluh itu sehat, tetapi jika berlebihan dan membuat Anda tidak dapat berbuat apa-apa, Anda perlu pertolongan

inspirasi : http://iphincow.wordpress.com/2011/02/23/berhentilah-mengeluh/

Sudahkan Anda Menabur Kebaikan?

Dalam buku “How to Talk Well” [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994],

diceritakan tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan

menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.

Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

“Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda,

lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?” tanya wartawan,

dengan penuh rasa heran dan takjub.

“Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari

dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain.

Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek,

maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang.

Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul,

saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula,” jawab petani.

Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan.

Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya,

jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan,

harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya.

Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain.

Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran,

maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.

Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat,

jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda.

KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.

Seorang pemimpin, sekecil apapun komunitas yg dipimpinnya, hrs menjaga soliditas timnya.

Harus membangun hubungan emosional internal tim.

Orang Cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain,

begitu pula orang yang baik adalah orang yang mau membaikkan orang lain…

Selamat menebarkan kebaikan dimanapun anda berada.

Belajar dari Penjual Kue

Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali ke kota. Mengingat jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama.

Terasa mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan.
“Abang mau beli kue?” Katanya sambil tersenyum. Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajaannya.
“Tidak dik….abang sudah pesan makanan,” jawab saya ringkas. dia berlalu.

Begitu pesanan tiba, saya terus menikmatinya. Lebih kurang 20 menit kemudian saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan lain, sepasang suami istri sepertinya. Mereka juga menolak, dia berlalu begitu saja.
“Abang sudang makan , tak mau beli kue saya?” katanya tenang ketika menghampiri meja saya.
“Abang baru selesai makan dik, masih kenyang nih,” kata saya sambil menepuk-nepuk perut. Dia pergi, tapi cuma disekitar restoran. Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu ditanya…. “Tak mau beli kue saya bang.. pak. kakak atau ibu.” Molek budi bahasanya.

Pemilik restoran itu pun tak melarang dia keluar masuk ke restorannya menemui pelanggan. Sambil memeperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak nampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.

Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil. Anak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang sama. Saya buka pintu, membetulkan duduk dan menututp pintu. Belum sempat saya menghidupkan mesin, anak tadi berdiri di tepi mobil. Dia menghadiahkan sebuah senyuman.

Saya turunkan cermin. Membalas senyumannya. “Abang sudah kenyang, tapi mungkin abang perlukan kue saya untuk adik-adik abang, ibu atau ayah abang,” katanya sopan sekali sambil tersenyum. Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun pisang penutupnya. Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di hati.
Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp 20.000,- saya ulurkan padanya. “Ambil ini dik! Abang sedekah ….tak usah abang beli kue itu.” saya berkata ikhlas karena perasaan kasihan meningkat mendadak.
Anak itu menerima uang tersebut, lantas mengucapkan terima kasih terus berjalan kembali ke kaki lima deretan kedai. Saya gembira dapat membantunya.Setelah mesin mobil saya hidupkan . Saya memundurkan mobil.

Alangkah terperanjatnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp 20.000,- pemberian saya itu kepada seorang pengemis yang buta kedua-dua matanya. Saya terkejut saya hentikan mobil, memanggil anak itu. “Kenapa bang mau beli kue kah?” tanyanya.
“Kenapa adik berikan duit abang tadi pada pengemis itu? Duit itu abang berikan adik!” kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.

“Bang saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya mengemis.
Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah. Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak, mak pasti marah. Kata mak mengemis kerja orang yang tak berupaya, saya masih kuat bang!” katanya begitu lancar. Saya heran sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu.

Tanpa banyak soal saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.
“Abang mau beli semua kah?” dia bertanya dan saya cuma mengangguk. “Rp 25.000,- saja bang…..” Selepas dia memasukkan satu persatu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp 25.000,-.
Dia mengucapkan terima kasih dan terus pergi. Saya perhatikan dia hingga hilang dari pandangan.

Dalam perjalanan, baru saya terfikir untuk bertanya statusnya. Anak yatim kah? Siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidiknya? Terus terang saya katakan , saya beli kuenya bukan lagi atas rasa kasihan, tetapi rasa kagum dengan sikapnya yang dapat menjadikan kerjanya suatu penghormatan.
Sesungguhnya saya kagum dengan sikap anak itu.

Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya

Rasanya Memendam Kebencian

Seorg Ibu Guru TK mengadakan “permainan”

Ibu Guru menyuruh anak2 murid’nya membawa kantong plastik transparan 1buah & kentang.

 

Masing” kentang tsb diberi nama berdasarkan nama org yg dibenci.

Sehingga jmlh kentang’nya tdk ditentukan brp, tergantung jumlah org yg dibenci.

 

Pd hari yg disepakati masing” murid membawa kentang dlm kantong plastik.

Ada yg berjmlh 2, ada yg 3 bahkan ada yg 5.

 

Murid” hrs membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi,

bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

 

Hari berganti hari, kentang2pun mulai membusuk, murid2 mulai mengeluh, apalagi yg membawa 5bh kentang, selain berat baunya juga tdk sedap.

 

Stlh 1minggu murid” TK tersebut merasa lega krn penderitaan mereka akan segera berakhir.

 

Ibu Guru:”Bgmn rasanya membawa kentang selama 1minggu  anak2 ?”

 

Keluarlah keluhan dari murid2 TK tersebut, pd umumnya mereka tdk merasa nyaman hrs membawa kentang2 busuk tsb kemanapun mereka pergi.

 

Gurupun menjelaskan apa arti dari “Permainan” yang mereka lakukan.

 

Ibu Guru:

 

“Seperti itulah kebencian yg selalu kita bawa2 apabila kita tdk bisa memaafkan orang lain.!”

 

Sungguh sangat tdk menyenangkan membawa kentang busuk kemanapun kita pergi.

 

Itu hanya 1 minggu, bgmn jk kita membawa kebencian itu seumur hiϑųp..?”

 

 

Alangkah tidak nyamannya..

 

Krn itu, lepaskanlah pengampunan kpd orang yang Anda benci.

 

Krn ketika anda tidak mau mengampuni, anda seperti sedang memegang bola berduri.

 

Semakin anda tdk mau melepaskan bola berduri itu, anda sendiri yg akan merasakan sakit.

 

krn itu tdk ada jln lain kecuali melepaskan pengampunan..

Bagaimanakah caranya melepaskan pengampunan?

cara paling mudah adalah dengan mengakui semua kebencian, rasa marah, rasa jengkel dll. kemudian dengan sadar melepaskan semua emosi negatif itu

saat berdoa (menurut agama/kepercayaan masing-masing) bisa spt ini:
“Tuhan pencipta langit dan bumi, yang memberikan nafas kehidupan kepada orang baik dan jahat, saat ini saya merasa marah, jengkel, benci dll (ungkapkan semua perasaan negatif Anda) kepada si A.
Saya tahu Engkau sudah mengampuniku, saat ini saya ingin mengampuni si A, karena saya mengasihi-Mu, saya mengasihi dan menghargai diri saya. Amin”

Doa singkat di atas bisa dirubah sesuai keinginan Anda. intinya

  1. Mengucapkan Syukur/mengakui kebesaran Tuhan
  2. Ungkapkan Perasaan Anda, alias “Curhat”
  3. Bersyukur atas segala nikmat yang sudah Tuhan berikan
  4. Niatkan dan mengijinkan untuk memaafkan dan melepaskan emosi negatif

Jika Anda mempunyai tips untuk melepaskan emosi, memaafkan seseorang, silahkan share….

Terima kasih

 

Mengubah Kegagalan Tanpa Tongkat Sihir

Saat JK. Rowling ditunjuk untuk berbicara dalam acara kelulusan di Universitas Harvard, bukan berbicara tentang kesuksesan, ia malah bercerita tentang kegagalan. Dia hubungkan pernyataannya dengan cerita kehidupannya, sebagai wanita muda yang baru lulus, dia memiliki mimpi untuk menulis novel. Daripada meneruskan kuliah, ia malah memilih studi tentang literature Inggris. Meskipun demikian, pada awalnya ia harus melakoni hidup sebagai orang tua tunggal yang tidak punya pekerjaan. “Orang miskin di Inggris tanpa memiliki rumah”, demikianlah JK. Rowling menggambarkan keadaannya.

Namun, selama ia menjalani masa-masa sulit dalam hidupnya itu, dia menyadari bahwa masih ada sesuatu yang berharga dalam hidupnya, yaitu putri kecilnya, sebuah mesin tik tua dan sebuah ide yang akan menjadi dasar bagi kehidupannya di masa yang akan datang. Mungkin anda pernah mendengar Harry Potter? Ya, itulah ide brilian yang mengubah hidupnya dari seorang ibu tunggal pengangguran menjadi penulis terkenal. “Anda mungkin tidak pernah mengalami kegagalann pada skala yang pernah saya buat” ujar JK Rowling dihadapan para wisudawan,”Tetapi mustahil untuk hidup tanpa pernah mengalami kegagalan, kecuali anda tidak pernah berbuat apa-apa. Dan dalam hal ini anda gagal karena tidak pernah mencoba.” “Anda tidak pernah mengetahui siapa diri Anda yang sebenarnya atau kekuatan hubungan yang Anda miliki, sampai keduanya mengalami pengujian oleh penderitaan. Dan Hikmat seperti ini adalah sebuah hadiah. Mengalami kemenangan atas penderitaan merupakan suatu yang sangat berharga bagi saya lebih dari gelar apapun yang saya terima.”

Seringkali kita alergi dengan kegagalan, begitu bertemu dengan kegagalan kita ingin segera menjauhinya. Mungkin kegagalan bagi Anda itu adalah tidak punya pekerjaan, masalah rumah tangga, atau masalah dengan bos Anda. Namun, ijinkanlah kegagalan itu membentuk Anda menjadi pribadi yang lebih kuat. Anggaplah kesulitan yang Anda hadapi sebagai sebuah kesempatan yang terbungkus dalam kertas kado yang buruk. Sama seperti JK. Rowling, dia dapat mengatasi kegagalan dalam hidupnya dengan sesuatu yang Tuhan sediakan di dalam hidupnya. Sebuah ide, mesin tik tua dan semangat dari putri kecilnya telah membuat hidupnya berubah, dan hal ini tidak membutuhkan kekuatan tongkat sihir. Hal yang sama juga dapat kita alami. Tuhan telah menaruh sesuatu dalam diri kita untuk mengubah kegagalan yang ada menjadi sebuah keberhasilan.

 

Memaksimalkan Diri

Liu Wei adalah seorang pemuda yang kehilangan kedua lengannya pada usia 10 tahun karena tersengat listrik. Sekalipun demikian, ia tidak patah arang dalam menjalani kehidupannya. Karena tidak memiliki tangan, ia memaksimalkan kedua kakinya untuk melakukan berbagai pekerjaan sehari hari, mulai dari menggunakan komputer, makan, berpakaian, hingga menggosok gigi.

Pada umur 18 tahun, ia memutuskan untuk berkarir di bidang musik dan menggunakan kakinya untuk memainkan piano. Dan pada 11 Oktober 2010 lalu, Liu saat itu berusia 23 tahun menuai hasil kerja kerasnya dengan memenangkan kontes China’s Got Talent. Ia tampil memukau dengan lantunan lagu You’re Beautiful tanpa ada sedikitpun kesalahan. Sebagai juara, Liu berkesempatan untuk tampil di panggung Las Vegas selama tiga bulan. Liu juga menandatangani kontrak dengan Fremantle Media dan Sony Music Entertainment. Bahkan penyanyi asal Taiwan, Jolin Tsai, mengundangnya untuk ikut serta dalam tur dunianya.

Dari kisah ini kita akan mendapat banyak pelajaran yang berharga. Salah satunya tentang memaksimalkan talenta yang kita miliki. Hal tersebut mengajarkan kepada kita bahwa kesediaan untuk memaksimalkan diri merupakan kunci menuju masa depan dengan kesuksesan. Saat ini, jangan pernah memandang berapa banyak “modal” yang kita miliki untuk mampu meraih keberhasilan. Akan tetapi bertanyalah pada diri kita sendiri; sudahkah kita memaksimalkan setiap “modal” yang kita miliki ? Karena itulah jalan yang disediakan Tuhan bagi kita untuk meraih keberhasilan. Kesuksesan sejati adalah tentang seberapa besar usaha kita untuk memberdayakan diri.

(Deborah Afnika – JCLO Dumai)

Kaya Atau Miskin

Seorang Ayah dan anak yang berasal dari keluarga yang sangat harmonis, melakukan perjalanan ke perkampungan petani agar si anak melihat kemiskinan yang terjadi.

Selama dua hari dua malam mereka menginap di pertanian untuk melihat kehidupan keluarga petani yang miskin. Sekembalinya mereka dari perjalanan, sang Ayah bertanya kepada anaknya, “Apa yang kamu lihat dan dapatkan dalam perjalanan kita ?” “Luar biasa Ayah…” “Apakah kamu mellihat betapa miskinnya kehidupan mereka ?” Tanya sang Ayah “Yah, begitulah ayah” jawab si Anak. “Jadi, apa yang kamu pelajari dari perjalanan kita kali ini?” Tanya sang Ayah… Si anak menjawab: “ Aku melihat kalau kita memiliki seekor Anjing, tapi mereka memiliki 4 ekor anjing”

“Kita punya kolam renang yang lebarnya sampai ke tengah-tengah halaman kita, tapi mereka memiliki kolam alami yang tidak ada ujungnya” “Kita memiliki lampu taman import, tapi mereka memiliki bintang di langit untuk menerangi halaman mereka” “Taman halaman belakang kita sampai ke halaman depan, tapi mereka punya sampai ke ujung horizon” “Kita memiliki sebidang tanah untuk tinggal, tapi mereka memiliki daratan sejauh mata kita memandang” “Kita memiliki pelayan untuk melayani kita, tapi mereka saling melayani satu sama lain” “Kita harus membeli makanan dan minuman kita, tapi mereka menanamnya untuk mereka makan” “Kita memiliki tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, tapi mereka memiliki teman untuk melindungi mereka” “Sang ayah terdiam” Lalu sianak menambahi, “Terima kasih Ayah sudah menunjukkan kepadaku,, betapi miskinnya kita” Bukankah ini merupakan cara pandang yang luar biasa? Kita akan merasa luar biasa kalau kita bersyukur atas apa yang kita miliki, bukan khawatir atau resah atas apa yang tidak kita miliki… Hargailah setiap hal, termasuk hal kecil yang kita miliki, terutama teman/sahabat kita.

MARI MERUBAH CARA PANDANG DAN PENILAIAN KITA.. HIDUP INI SANGAT SINGKAT TANPA TEMAN/SAHABAT

(Deborah Afnika – JCLO Dumai)

Bahaya Berpikir Positif

Tony berjalan-jalan keliling kota dengan motor kesayangannya…
Tony sangat merawat motornya. setiap hari di mandiin dulu sebelum menemani dia beraktifitas sehari – hari.

motor Tony selalu di “poles” sampai mengkilat, sehingga motornya tampak mengkilat.

saat long week end, Tony mengendari motornya mengelilingi taman kota. tiba-tiba, jalan motor tidak terkendali (seperti kena lubang/gundukan di jalan). Tony segera menghentikan motornya dan melihat sekelilingnya…
dia menemukan ada beberapa aspal yang tidak rata, dia “berpikir positif” bahwa semuanya itu terjadi karena aspal yang tidak rata.

Tony melanjutkan perjalanannya menuju…

Tiba-tiba ada “polisi tidur”…tidak seperti biasanya, Tony tidak bisa mengendalikan laju motornya. Dia nyaris jatuh…
“pasti dekat polisi tidur tadi ada pasirnya…..” Tony berucap dalam hatinya.
Luar Biasa, Tony masih bisa berpikir positif.

Setelah sampai tujuannya, warung mie ayam bakso dekat taman kota, Tony segera memarkirkan motornya dan memesan mie ayam bakso satu porsi.
sambil menikmati makanannya, dia mengamati motor kesayangannya.

Tony Terkejut karena dia melihat….

Tony segera mendatangi motornya dan melihat ban belakang motornya lebih dekat…
ternyata ada beberapa benjolan di ban belakannya. “O….jadi dari tadi motor ini terasa tidak enak di kemudikan karena bannya benjol…” Tony bergumam, sambil menahan rasa kesalnya…

Apakah Anda pernah mengalai hal seperti cerita di atas?

Anda berpikiran positif terhadap seseorang yang bermaksud menipu Anda?

Ada orang yang berkedok meminta sumbangan untuk ini dan itu, kemudian Anda berpikiran positif bahwa orang ini pasti pengelolanya, karena dia membawa surat-surat dari organisasi yang mengutusnya?

Berpikir Positif tanpa disertai kewaspadaan membuat Anda mudah ditipu oleh orang”

saran saya, tetaplah berpikir Positif dan Tingkatkan kewaspadaan Anda supaya Anda tidak di tipu orang….

Maafkan, Cara Terbaik Kurangi Bagasi Emosi

Memaafkan terkadang jadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan dalam hidup kita. Terkadang saat seseorang melukai hati Anda, yang paling ingin Anda lakukan adalah mengutukinya dan terus membencinya. Anda merasa saat memberi maaf pada orang ini berarti dia tidak mendapatkan hukuman atas apa yang telah dilakukannya. Sebenarnya itu memang tak sepenuhnya salah. Kita semua akan menuai apa yang telah kita tanam,itu sebuah hukum alam yang tidak terhindarkan. Tapi masalahnya adalah, Anda menjalani hidup saat ini. Kita semua ingin menjalani hidup dengan utuh, sayangnya, menyimpan rasa kesal dan kemarahan membuat kita tidak bisa menjalani hidup dengan sepenuhnya. Dan sebenarnya memaafkan orang lain itu tidak sesulit yang kita bayangkan. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh seperti di bawah ini.
1.) Anda perlu menyadari jika menahan maaf juga berarti menahan diri Anda sendiri untuk lebih bahagia. Jika Anda memutuskan untuk memberi maaf, pastikan pertama Anda mengerti, memaafkan bukan soal perasaan tapi sebuah pilihan.

2.) Memaafkan itu berarti melepaskan rasa sakit, jadi dengan cara ini Anda mendapatkan penyembuhan. Hidup kita terlalu singkat untuk dilewatkan dengan menggenggam rasa sakit dan tertahan di tempat yang sama. Memaafkan seseorang yang telah menyakiti Anda bukan berarti membiarkan mereka melakukan hal yang sama lagi, lebih mudahnya adalah memilih untuk tidak membiarkan rasa dendam menguasai hidup Anda.

3.) Memang tidak mudah menghapus rasa sakit yang ditimbulkan oleh seseorang. Memaafkan perbuatan buruk orang lain tidak dapat terjadi dalam semalam. Anda bisa melakukannya dengan cara bertahap di setiap harinya. Katakan tiap hari kalau Anda telah memaafkan orang ini. Dan perlahan – lahan rasa sakit itu akan terhapus dari hati Anda.

4.) Banyak orang bilang, maafkan dan lupakan. Tapi kenyataannya tidak akan semudah itu. Mari kita realistis saja, sulit untuk melupakan begitu saja orang yang telah melukai hati Anda. Cara terbaik memaafkan bukan dengan melupakan kesalahan orang ini. Anda benar-benar telah memaafkan jika Anda memikirkan orang ini tanpa disertai perasaan mendongkol atau kesal. Anda bisa bersama-sama dengan orang ini dalam satu ruangan tanpa merasa tertekan. Anda tahu pasti telah benar-benar memaafkan jika memikirkan orang ini dan mengharapkan yang terbaik untuknya.

5.) Saat Anda telah memutuskan untuk memaafkan, sejalan dengan itu berdoalah pada Tuhan untuk menyembuhkan luka hati Anda. Percayalah Dia pasti akan melakukannya. Seperti seorang anak yang habis terjatuh dan dia berlari pada ayahnya untuk memasangkan band aid di lututnya dan sang ayah tidak mungkin berpaling, sudah pasti dia akan memeluknya, mengajaknya masuk dan memasangkan band aid di lutut di anak. Begitu juga Tuhan pasti akan menyembuhkan luka hati kita.

6.) Tidak satupun dari kita yang sempurna. Karena ketidaksempurnaan inilah kita kerap kali saling menyakiti. Kita semua produk dari masa lalu. Sebagian besar masa lalu kita berisi rasa sakit dan luka. Saat kita dilukai biasanya ada kecenderungan untuk ganti melukai, entah kita sadari atau tidak. Jadi, sadari kalau orang yang melukai kita mungkin juga harus mengatasi luka hatinya sendiri. Memang perbuatan orang yang menyebabkan kita terluka tak termaafkan, tapi mungkin Anda akan dapat memahami saat menyadari kenapa mereka melakukan perbuatan itu pada Anda.

7.) Kita hanya menjalani hidup sekali saja. Jangan biarkan rasa dendam menghalangi Anda untuk menjalani hidup dengan sepenuhnya. Mulai lah memaafkan dan biar Tuhan yang menyembuhkan lukanya. Kurangi bagasi emosi yang Anda bawa ke mana-mana dengan cara memaafkan.

Menahan maaf dan menyimpan dendam bukan hanya membuat hidup Anda terasa lebih berat. Menahan maaf hanya akan membuat rasa pahit tumbuh dalam di hati Anda seperti kanker. Menyimpan rasa marah dan kesal juga tidak bagus untuk kesehatan, dapat menyebabkan stres, kegelisahan, rasa malu, sakit kepala, rasa takut, depresi, masalah pencernaan dan juga sakit jantung. Jadi,mari mulai membersihkan bagasi emosi dengan memberi maaf pada siapapun yang melukai hati Anda. Saatnya menjalani kehidupan Anda dengan penuh!

Cukup Itu Berapa ?

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.

Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”.

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih
kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup? Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
“Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.


Belajarlah untuk berkata “Cukup”

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...