Apa itu Psikosomatis? Bagaimana Cara Mengatasinya





Apakah Anda mengetahui bahwa 85% penyebab penyakit fisik adalah masalah emosional?

 

Banyak terjadi kasus pasien yang sudah periksa ke dokter karena masalah kesehatan fisik (sakit maag, migren, sakit kepala dan lain-lain) namun setelah mendapat pengobatan dari dokter penyakit tersebut tetap datang berulang kali. bahkan saat minum obat, seolah-olah obat tersebut tidak manjur untuk mengatasi sakit yang dideritanya.

apa itu psikosomatis

 

Apa itu Psikosomatis?

 

Psikosomatis terdiri dari Psyche (Pikiran) dan Soma (Tubuh). Psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh dimana mana pikiran memengaruhi tubuh sehingga penyakit muncul atau diperparah.

bahasa sederhanyanya Psikosomatis itu penyakit fisik yang disebabkan faktor emosi negatif seperti, Stress, Anxiety (kecemasan berlebihan)/depresi, kecewa, rasa berdosa dan lain-lain.

 

Bagaimana Pikiran dapat mempengaruhi Tubuh kita?

 

Saat emosi negative kita rasakan maka tubuh akan melepaskan hormone adrenalin yang mengakibatkan :

  1. jantung berdetak lebih cepat,
  2. timbul keringat,
  3. timbul rasa nyeri di dada dan atau perut,
  4. gemetar
  5. nyeri punggung
  6. leher dan bahu terasa kaku, dll.

Semua gejala tersebut muncul karena otak mengeluarkan hormone adrenalin secara berlebihan, akibat emosi negative yang kita rasakan.

 

Gejala Pesikosomatis yang sering mucul adalah :

  1. Sakit Perut

Apakah Anda pernah mengalami tekanan pada pekerjaan yang membuat perut Anda terasa tidak nyaman?

Sering mual, bersendawa dan sakit maag?

Semuanya sudah coba diobati tetapi tetap terasa sakit perut itu. Dapat diperkirakan Anda mengalami gejala psikosomatis. Segeralah istirahat dan rileks.

  1. Sakit Kepala

Salah satu pengaruh adrenalin yang berlebihan adalah mengakibatkan darah mengental. Sehingga dapat mengakibatkan sakit kepada yang berulang ulang. Leher dan bahu terasa kaku dan tidak nyaman.

  1. Panik

Panik yang berlebihan merupakan gejala psikosomatis yang dapat menimbulkan masalah kompleks seperti sesak nafas, jantung berdegup kencang, pusing, berkeringat dan lain.

  1. Kelelahan

Emosi negative yang terus dirasakan dapat menguras energy Anda, sehingga Anda akan merasakan kelelahan.

 

Bagaimana Pengobatan Psikosomatis?

 

sakit fisik akibat psikosomatis diakibatkan emosi negative. Jika emosi negative ini dapat diatasi, maka dengan Ijin dari Tuhan sakit fisik Anda bisa dikurangi bahkan disembuhkan.

Namun bukan hal yang mudah untuk menemukan emosi negative yang menjadi sumber masalah. Perlu digunakan teknik terapi tertentu untuk dapat mengatasinya.

 

Ada dua macam pengobatan untuk gangguan psikosomatik, pengobatan fisik dan mental. Pengobatan fisik disesuaikan dengan penyakit yang diderita untuk mengatasi sakit fisik yang diderita dan Perawatan atau terapi mental dapat dilakukan dengan psikolog, obat atau hipnoterapi.

 

Satu yang luar biasa dari sakit psikosomatis adalah, sipenderita perlu menyadari masalahnya dan iklas untuk dilakukan terapi oleh psikolog atau hypnoterapis. Jika pasien tidak bersedia melepaskan emosi negatifnya, maka akan sulit bagi terapis untuk melakukan terapi.

 

Lho, apa ada orang yang tidak mau membuang emosi negatifnya?

Coba Anda bertanya pada diri sendiri, rasakan disetiap tubuh Anda. Apakah ada emosi negative yang belum mau Anda buang? Misalkan sakit hati kepada seseorang. Mungkin Anda punya alasan logis seperti: biar nanti tidak ditipu atau disakiti oleh orang itu lagi…

Itu salah satu contohnya.



 

8 Cara mengatasi psikosomatis :

Lawan dari hormone adrenalin adalah endorphin. Hormon yang memberikan rasa nyaman dan dipercaya dapat menyehatkan tubuh.

Hormon endorphin diproduksi saat pikiran kita rileks dan juga saat kita berolahraga.

Jadi cara untuk mengatasi psikosomatis adalah:

  1. Berolahraga

Olahraga seminggu tiga kali selama minimal 30 menit dapat merangsang tubuh untuk memproduksi hormone endorphin sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan meminimalkan efek samping dari kelebihan hormone adrenalin.

  1. Belajar Berpikir positif

Diperlukan latihan untuk berpikir positif. Lingkungan juga mendukung Anda untuk berpikir positif dapat membantu mengatasi psikosomaitis

 

  1. Tidur Cukup

Saat tidur tubuh mulai memperbaiki diri. Proses detoks terjadi. Untuk itu mulailah putuskan untuk tidur cukup. Pastikan makan 2-3 jam sebelum tidur.

  1. Diet tepat

Beberapa penelitian justru menyebutkan bila Anda sering diet tanpa bantuan ahli justru membuat imunitas tubuh berkurang. Hal ini berisiko menimbulkan penyakit kejiwaan, seperti skizofrenia, depresi, cemas, dan serangan panik.

  1. Asupan sehat

Vitamin E dan B kompleks merupakan beberapa vitamin yang dapat menjaga kesehatan syaraf-syarat Anda. Konsumsilah secara cukup.

  1. Belajar Rileks

Tekanan pekerjaan dan lain-lain dapat membuat kita lupa untuk rileks. Ya….lupa untuk rileks. Untuk itu kita perlu belajar lagi untuk rileks. Dengarkan lagu-lagu dengan ketukan slow seperti music klasik sangat membantu untuk menjadi rileks.

  1. Belajar Curhat

Ternyata tidak semua orang bisa curhat. Untuk itu mulailah belajar curhat. Ingat curhatlah dengan orang yang tepat.

Curhat merupakan salah satu cara melepaskan emosi negative dalam diri. Itu sebabnya saat curhat dengan mencurahkan emosi dapat memberikan perasaan “lega”

  1. Hipnotherapy

Jika semua cara diatas belum berhasil mengatasi masalah Anda, Anda memerlukan bantuan professional untuk menemukan akar masalah dan mengatasi masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukan Teknik terapi pada hypnotherapy dapat digunakan untuk menemukan akar masalah dan memberikan solusinya.

apa itu psikosomatis bagaimana cara mengatasi psikosomatis

 

Oke, itu sekilas info tentang apa itu psikosomatis. Semoga bermanfaat.

Sudah Baca Artikel ini?



Incoming search terms:





Posting terkait dengan Apa itu Psikosomatis? Bagaimana Cara Mengatasinya







Hak cipta © Indra Widaryanto
error: Content is protected !!