7 Karakter Pemimpin yang Dicintai



7 karakter pemimpin yang dicintai

1. Ngemong
Tidak sekedar pintar daalam “ngomong”, seorang pemimpin yang dicintai adalah ia yang bisa “ngemong”. Dalam berbicara dan berkomunikasi, ia menjadi sosok yang mampu mengayomi. Ia menyampaikan harrapanya dalam beruk ajakan dan tegurannya dalam bentuk perhatian. dalam keseharian ia pun menampilkan diri sebagai pribadi yang mudah ditemui dan diajak bicara.

2. Nguwongke Wong
Filosifi bahawa Jawa itu, jika diindonesiakan, kraung lebih artinya Memanusiakan Manusia. Pada dasarnya setiap manusia pasti ingin dicintai, didengar dan diperhatikan. Bawahan juga.

Penting untuk seorang atasan memanusiakan (menganggap penting) orang-orang yang dipimpinnya.

Dengarkan pendapatanya, hargai prestasinya, tanyakan permasalahan yang ia alami dalam bekerja, dan dorong mereka untuk menyumbangkan timbal balik, inovasi dan kreativitas agar mereka merasa terkait dan berkontribusi untuk perusahaan.

Baca Juga : 9 Karakter Finisher
3. Berintegritas
Jika pemimpin ingin dicintai bawahan, maka pastikan ia memiliki integritas. Integritas breasal dari bahasa latin “integrete” yang artinya Komplit atau Tanpa Cacat, Sempurna, Tanpa Kedok.
Pemimpin yang berintegritas akan bertindak sesuaii dengan ucapannya; sikapnya di depan maupun dibelakang umum, sinkron; dan nilai hidup yang dianut dengan hidup yang dijalankan, konsisten.
4. Fair
Pemimpin yang dicintai adalah pemimpin yang adil. Ia memperlakukan semua orang sama,, tanpa memperhatikan “atribut-atribut” yang mereka bawa dalam perusahaan. ia menghargai bawahan yang memang pantar mendapatkan penghargaan, membagi pekerjaan dengan seimbang dan tidak pilih kasih.

5. Caring
Bagi pemimpin seperti ini, hubungannya dengan bawahan bukan cuma soal pekerjaan dan bagimana ia bisa memaksimalkan bawahan untuk menghasilkan  uang. Lebih dari itu, ia menganggap bawahan layaknya rekan kerja yang bersama mereka, ia isa mengalamai kemajuan dan kesejahteraan bersama. dengan tulus ia menunjukkan kepedulian pada hidup orang-orang yang dipimpinnya.
6. Delegator
Pemimpin itu mendelegasi bukan melimpahkan (atau melemparkan tugas). Jangan salah, ada beda diantara keduanya.
Melimpahkan/melemparkan tugas biaanya spontan (tanpa melihat keahlian bawahan) dan dilakukan untuk kepentingannya sendiri (terhidar dari pekerjaan sulit, suaya bisa lebih santai, dsb).

Disisi lain, delegasi dilakukan dengan mempertimbangkan apakah bawahan tersebut mampu menangung sebuah tugas dan dalam prosesnya, Pemimpin juga memonitor dan bahkan bertanggung jawab atas hasilnya.
7. Loyal
Pemimpin perlu menunjukkan sikap setia kepada bawahan. hal ini terutama dapat ditunjukkan ketika bawahan melakukan kesalahan.
Pemimpin yang setia berada di sampingnya, tidak membenarkannya dengan membabi buta, tapi turut menangung konsekuensinya bersama. ia tidak serta merta lepas tangan ketika bawahannya melakukan kesalahan.

source: Spirit Motivator

Sudah Baca Artikel ini?







Posting terkait dengan 7 Karakter Pemimpin yang Dicintai







Hak cipta © Indra Widaryanto
error: Content is protected !!